Rabu, 26 Februari 2014 –
Pesantren, Sistem Pendidikan Paripurna

Tasikmalaya (Pinmas) —- Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa pondok pesantren adalah system pendidikan paripurna. Eksistennya tidak lekang oleh zaman, bahkan terus berkembang hingga ditiru oleh  lembaga-lembaga pendidikan modern lainnya.

“Pondok pesantren adalah sistem pendidikan paripurna. Model ini ditiru oleh sejumlah pihak dalam wujud boarding school karena pontren menganut sistem pendidikan selama 24 jam dalam mendidik santrinya,” tegas Menag dihadapan ribuan santri pondok pesantren Cintapada Tasikmalaya, Selasa (25/02). Hadir dalam acara tersebut Sesditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Direktur Pontren Ace Saifuddin,Kakanwil Jawa Barat Saeroji, dan  Walikota Tasikmalaya.

Sadar akan hal itu, Menag mengatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pesantren juga terus meningkat. Menurutnya, bantuan pembangunan rusunawa melalui Kemenpera di sejumlah pondok pesantren, termasuk di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama (STAINU) Tasikmalaya merupakan bentuk perhatian pemerintah bagi pengembangan lembaga pendidikan di lingkungan pondok pesantren.

Untuk meningkatkan akses pendidikan para santri agar masuk ke perguruan tinggi (PT), Kementerian Agama melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) juga mendorong santri-santri berprestasi  agar bisa kuliah di PT terbaik di Indonesia, seperti ITB, UGM, ITS, dan UIN.

“Santri yang belajar di PT tersebut, terbukti memiliki predikat memuaskan, termasuk di fakultas kedokteran,” terang Menag ketika berkunjung  sekaligus menyerahkan sertifikat bantuan pembangunan rusunawa untuk Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama (STAINU) Tasikmalaya dari Kemenpera. 

Menurut Menag, indikator membaiknya kualitas Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), baik yang dikelola pemerintah maupun swasta, bisa dilihat dari tingginya animo masyarakat atau orang tua murid yang ingin memasukan anaknya ke PTAI. Angka tersebut setiap tahun naik, namun terkendala keterbtasan yang ada.

“Ketika masyarakat minatnya tinggi, artinya PTAN memiiki tempat tersendiri. Bertahap Kementerian Agama terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Menag. (dm/mkd/mkd)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.009310 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 12041116
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.